04
Dec
08

Membuat Halaman Pengiriman E-mail dengan Tag HTML Menggunakan PHP

Pak Brotowali pemilik warung serba ada (Waserba) yang berlokasi di ujung gang Pojok Kenyot sedang memandangi layar monitor komputernya dengan kesal di dalam warung kesayangannya itu. Pasalnya, akses internet di warungnya itu tidak secepat yang diharapkannnya. Dia harus menambahkan Tab baru atau berpindah halaman pada web browsernya hanya sekedar ingin melakukan order ke pemasoknya melalui email. Padahal setiap menitnya dia harus mengecek data pemasukan dan pengeluaran yang setiap menit angkanya selalu berubah pada Sistem Informasi warungnya yang juga menggunakan akses internet. Alhasil, karena kelebihan “muatan”, internet di warungnya semakin terasa lamban saja. ” Wah, benar-benar menyebalkan !”, kata Pak Brotowali.

Lalu tiba-tiba dia teringat dengan anaknya, si Boyot, yang lulusan Teknik Informatika tetapi belum juga bekerja , lalu berkatalah Pak Brotowali “Yot, daripada kamu nganggur ndak ada pekerjaan, mbok kamu tolong renovasi Aplikasi warung bapakmu ini supaya bapak bisa mengamati distribusi barang sekaligus bisa ngirim order lewat email !, piye yot ? bisa ndak kamu ?? “. Sekali lagi boyot yang lulusan Informatika itu menjawab, ” wah, kalo itu sih kuecill pak, ! Ya udah nanti boyot yang beresin ! “.  Akhirnya si Boyot mulai mengerjakan dan merenovasi palikasi warung bapaknya agar dapat mengirimkan email melalui aplikasi warung tersebut tanpa perlu menambahkan Tab ataupun berpindah halaman pada web browser.

Yup! Mungkin bagi si Boyot yang lulusan Teknik Informatika itu, membuat aplikasi atau Sistem Informasi berbasis web yang memiliki fasilitas pengiriman email secara mandiri merupakan hal yang mudah dilakukan. Tapi mungkin buat seseorang yang masih belajar atau baru mengenal web based programming bisa saja berfikir “Bisa nggak ya ?”.

mmm.. berdasarkan wawancara saya kepada si Boyot, ternyata apa yang dikatakan si Boyot itu benar adanya. Ternyata membuat halaman pengiriman email itu mudah !.

Tapi sebelumnya ini nih yang kamu perlukan :

  1. HTML Editor semacam Macromedia Dreamweaver atau Text Editor biasa semacam notepad juga bisa.
  2. File Form.php, merupakan form pengiriman email
  3. File Kirim.php yang akan mengirimkan pesan ke alamat email yang dituju

Kemudian :

1.      Buka HTML Editor atau Text Editor kamu.

2.      Kemudian tuliskan script sebagai berikut :

<html > <head><meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=iso-8859-1″ />

<title>Untitled Document</title>

<style type=”text/css”>

<!–

.style3 {font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-weight: bold; font-size: 12px; }

.style4 {font-size: 12px}

–>

</style>

</head>

<body>

<form id=”form1″ name=”form1″ method=”post” action=”kirim.php”>

<table width=”522″ cellpadding=”5″ cellspacing=”2″>

<tr>

<td height=”47″ colspan=”3″><div align=”center” class=”style3″>Form Pengiriman Email </div></td>

</tr>

<tr>

<td width=”66″><span class=”style3″>To </span></td>

<td width=”44″><span class=”style3″>:</span></td>

<td width=”583″><span class=”style3″>

<label>

<input name=”email” type=”text” id=”email” />

</label>

</span></td>

</tr>

<tr>

<td><span class=”style3″>From</span></td>

<td><span class=”style3″>:</span></td>

<td><span class=”style3″>

<label>

<input type=”text” name=”textfield” />

</label>

</span></td>

</tr>

<tr>

<td><span class=”style3″>Subject</span></td>

<td><span class=”style3″>:</span></td>

<td><span class=”style3″>

<label>

<input name=”subject” type=”text” id=”subject” />

</label>

</span></td>

</tr>

<tr>

<td><span class=”style3″>Message</span></td>

<td><span class=”style3″>:</span></td>

<td><span class=”style3″>

<label>

<textarea name=”message” id=”message”></textarea>

</label>

</span></td>

</tr>

<tr>

<td><span class=”style4″></span></td>

<td><span class=”style4″></span></td>

<td><span class=”style4″><strong>

<label>

<input name=”kirim” type=”submit” id=”kirim” value=”Kirim Email” />

<input type=”reset” name=”Reset” value=”Reset” />

</label>

</strong></span></td>

</tr>

</table>

</form>

</body>

</html>

3.      Kemudian, simpan file tersebut dengan nama form.php. File tersebut jika diakses di web browser akan menghasilkan tampilan sebagai berikut :

form-email

4.      Langkah selanjutnya adalah membuat file Kirim.php yang akan digunakan untuk mengirimkan pesan ke alamat email yang dituju.

5.      Tulislah script berikut pada HTML editor atau Text editor :

<? $to=$_POST[email];$subject=$_POST[subject];

$message=$_POST[message];

$from=$_POST[from];

$headers=’MIME-Version: 1.0′ .”\r\n”;

$headers .=’content-type: text/html; charset=iso-8859-1′ .”\r\n”;

$headers .= ‘To: ‘ .$to. “\r\n”;

$headers .= ‘From:’ .$from. “\r\n”;

$email_oke=”^.+@.+\..+$”;

if ($email!=”" || $from !=”") {

if (ereg($email_oke,$email) &&

ereg($email_oke,$from)){

mail ($to,$subject,$message,$headers);

} else {

echo “<script> Alert (‘Alamat email atau email from tidak valid’);</script>”;

}

}

?>

6.      Lalu kemudian Upload kedua file tersebut ke web hosting (NB: kamu harus daftar ke web hosting dulu untuk mencobanya !! )

7.      kalau tidak ada kesalahan penulisan, kamu sudah bisa mencoba mengirimkan email melalui form yang kamu buat.

8.      Mudah kan !! OK, Have a Nice Try !!

01
Dec
08

Susahnya “Pengabdian Masyarakat”…

Hari ini secara tiba-tiba semangat saya menurun 75 % secara drastis karena tepat pukul 07.45 pagi tadi, saya mendapatkan SMS dari teman saya yang mengabarkan bahwa Perkuliahan untuk Mata Kuliah E-commerce hari ini kosong. Hmm..benar-benar menyebalkan, karena saya sudah menunggu-nunggu perkuliahan yang menurut saya sangat menyenangkan ini. Ya..tapi apa boleh buat, akhirnya saya harus menunggu sampai pukul 10 untuk menghadiri “Musyawarah” bersama teman-teman kelompok KPT (Kuliah Penerapan Teknologi) saya.

Bukan pertemuan yang saya tunggu-tunggu sebenarnya, bahkan saya hampir saja lupa kalau salah satu teman saya tidak mengingatkan. Sebagai gambaran, KPT merupakan pengganti KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang ada di Fakultas kami. Kelompok KPT saya terdiri dari 11 orang yang terdiri dari 10 orang laki2 dan 1 orang perempuan (saya sendiri). Dari 11 orang tersebut, terdiri dari 5 orang dari Jurusan Teknik Elektro, 2 orang dari Jurusan Teknik Industri, dan 4 orang dari Jurusan Teknik Informatika.

Sebenarnya pembagian kelompok multi Jurusan ini agak diluar dugaan saya, karena saya kira pembagiannya perjurusan. Alhasil, banyak teman-teman kelompok saya (termasuk saya) merasa kurang kenal, tidak kenal, atau belum pernah melihat sama sekali dan Saya pikir jika semua jurusan digabung menjadi satu, pencarian temanya agak sulit ditemukan, mengingat latar belakang pendidikan kami yang berbeda.

Sebenarnya buat saya itu semua bukan masalah, tapi kenapa ya..saya kok merasa ternyata “Pengabdian Masyarakat” itu sulit ??

Mungkin sudah sekitaran seminggu ini kami berfikir, kira-kira apa ya yang dapat kami sumbangkan bagi masyarakat ?. Mula-mula, salah satu teman Informatika ada yang mengusulkan “Bagaimana jika kita membuat wajan bolik ??, kan kita bisa memanfaatkan jaringan internet kampus kita..“, kemudian sang ketua yang notabene senior dari jurusan Elektro menanggapi “ Wah, itu kurang mengena. Karena target kita kan masyarakat umum. Palingan juga yang banyak menggunakan layanan Hotspot itu mahasiswa dan orang-orang kantoran aja !”. Disini saya agak kurang setuju dengan pendapat sang Ketua. Bukannya mahasiswa, pekerja kantoran, dan anak sekolahan juga bagian dari masyarakat ?. Kemudian sang ketua yang sekali lagi saya garis bawahi adalah seorang senior dari jurusan elektro, memberikan alternatif yang kita semua agak ragu untuk menjawab “Ya,itu saja ! “. Ada dua saran yang diberikan sang Ketua, yaitu pertama, mengolah sampah organik menjadi etanol yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kedua, mengolah kotoran hewan menjadi biogas, yang juga dapat digunakan pembangkit listrik

Saya jadi berfikir, kenapa ya kedua saran sang Ketua ini berhubungan dengan kotoran dan bahan bakar ??. Beberapa menit kemudian, saya berfikir sekali lagi, why not ? tetapi apakah budget yang dimiliki kelompok mencukupi untuk membiayai salah satu saran dari sang ketua? Secara saya adalah bendahara yang bertanggung jawab mengelola uang kelompok kami.

Untuk saran yang pertama, yaitu mengolah sampah organik menjadi etanol mungkin tidak memerlukan bahan baku yang cukup mahal, karena hanya menggunakan sampah, tapi pada kenyataanya tidak ada satupun diantara kami yang memiliki kemampuan ataupun sedikitnya tahu untuk mengolah sampah2 itu menjadi etanol.mm..akhirnya sang Ketua mengusulkan salah satu dari kami mengikuti pelatihan yang lokasinya berada di Karanganyar-Solo. Dan sekali lagi saya meragukan, karena biaya pelatihan perorangnya mencapai Rp.2 juta. Padahal budget kami hanya sekitar Rp.1,2 juta.

Kemudian untuk saran yang kedua, kami akan sangat berat untuk membeli Genset yang harganya juga mencapai Rp.2 jutaan.

Akhirnya tiba-tiba saya mendapatkan gagasan “Kenapa sih kita harus memaksakan idealisme kita yang terlalu tinggi ? toh banyak juga permasalahn yang dihadapi masyarakat sekarang ini selain bahan bakar. Penerangan jalan di desa misalnya, atau penyulingan air sungai menjadi air yang layak dikonsumsi ! ”.

Masuk akal juga menurut saya. Walaupun ide itu sudah terlalu umum dipakai, tapi pada kenyataannya masih banyak kok desa-desa yang masih gelap gulita kalau malam, dan masih banyak pula daerah-daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih. Padahal air kan kebutuhan primer sehari-hari..

Tapi sepertinya ide saya ini masih dikategorikan cadangan menurut sang Ketua. Bukan masalah. Yang penting gagasan saya ini cukup masuk akal juga untuk menjadi alternatif…

Dan sampai sekarang saya juga masih terheran-heran, ternyata “Pengabdian Masyarakat” itu lumayan susah ya ! . Dan ternyata selama ini kita baru sampai tahap memikirkan diri sendiri. Bahkan sebenarnya musyawarah-musyawarah yang kami lakukan ini hanya sekedar untuk meloloskan diri dan mendapatkan nilai yang memuaskan untuk mata kuliah KPT. Belum cukup murni untuk mengabdi kepada masyarakat. Lalu kapan kita benar-benar berguna bagi masyarakat kita sendiri ???.

Lalu ada satu pertanyaan besar yang ada di kepala saya : Mungkin nggak ya pemerintah kita merasakan hal yang sama ?. Terus-terusan musyawarah, menggembar-gemborkan idealisme mereka yang terlalu tinggi sampai-sampai permasalahan yang menurut mereka “kecil” tetapi sangat berarti bagi rakyat jadi tidak terjamah ???

30
Nov
08

Mengkoneksikan Flash dengan PHP & MySQL

mm..pembahasan ini sebenernya yang udah lama aq cari..cz bingung juga, gimana ya cara koneksiin Flash dengan PHP dan MySQL ??

berikut adalah cuplikan tutorial dari Kupuungu (Thanks yach !) :

Tahapan persiapan,

a.Install web server lokal terlebih dahulu. Anda dapat menggunakan program PHP TRIAD, APP2SERV, APACHE2TRIAD, XAMMP, WAMP SERVER, dan lain-lain.

b.Pada bagian PHPmyAdmin buat database “FLASH” dan tabel “dataku” untuk tempat data yang akan ditampilkan.

Continue reading ‘Mengkoneksikan Flash dengan PHP & MySQL’

30
Nov
08

Dari Flashlite sampai Edensor87..

Wah,ini hari paling membosankan dalam hidupQ..

duduk di kos sendirian tanpa temen yang nemenin..ups..padahal q nggak ngekos lho..

mmm…karena saking bosennya, akhirnya aku putuskan untuk browsing-browsing ja di internet cari review yang bagus tentang Adobe Flashlite..secara q emang mau TA. Dan q berencana mau bikin aplikasi mobile pake Adobe Flashlite..akhirnya q bikin Blog ini deh! (agak nggak nyambung ya!)

secara garis besar aq udah tau c apa itu Flashlite :

Flash Lite merupakan platform pengembangan aplikasi mobile (aplikasi handphone dan
PDA) menggunakan Macromedia Flash. Aplikasi yang dibuat nantinya dapat dijalankan
pada smartphone dengan sistem operasi Symbian Series 60, seperti Nokia 7650, N3660,
N6600, Sony Ericsson P800, Siemens SX-1 dan lain sebagainya.

oya sekarang ini q lagi ada proyek kuliah untuk mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer ( mahasiswa informatika gt loh ! he2..).Proyek ini mengarah ke m-learning yang ditujukan untuk anak SD gt. Yang jelas dosen aq minta untuk bikin aplikasi M-learning yang dapat menghitung dan fun..nantinya,aplikasi ini akan dibuat dengan menggunakan Flashlite 1.1..

presentasi pertama kemarin tanggal 28 Nov ’08, q presentasi pake Microsoft powerpoint yang aq gunain wat memvisualisasikan hasil karyaQ..

ngeliat hasil karya temen2, ternyata q dapet banyak pembelajaran tentang pengambilan ide dan kreatifitas mereka..

sebagai gambaran, hasil karyaQ lebih konvensional dibandingkan punya temen2 lainnya. Aplikasi yang kubuat aq kasih nama Bubble Converter. Jujur aja q terinspirasi dari fitur yang disediain HanphoneQ. Sebenernya aplikasiQ nggak bermasalah sih..cuma kurang kreatif aja..

Diantara temenQ da yang ‘memoles’ aplikasinya bukan hanya sekedar user memilih menu, kemudian mengisi field yang disediakan dan ditampilkan hasil perhitungannya..tetapi dia buat aplikasi itu menjadi aplikasi seperti sebuah games..jadi, disitu ada cerita dan actornya..

menurut aq itu ide yang sangat kreatif, mengingat sasarannnya adalah anak SD. DosenQ juga setuju kalau ide itu sangat mungkin dikembangkan dengan menggunakan Flashlite. Beliau juga memberi ide untuk membuat aplikasi ini menjadi semacam aplikasi Quiz, dimana user dapat menginputkan jawaban dari soal2 yang disediakan dan aplikasi akan memberikan semacam timbal balik apakah jawaban yang diinputkan itu benar atau salah..

mmm…kelompokQ yang maju presentasi pertama ternyata idenya g sebagus kelompok lain ya ?? he2..

boleh dibilang ke-pede-an sich..tapi aq rasa ini bisa jadi pembelajaran yang baik untuk lebih membuka diri dengan menerima dan menghargai ide dan hasil karya orang lain. Karena belum tentu ide kita lebih brilliant dibandingkan orang lain kan !. Bisa saja kita punya IPK 3.82 ( wow ! ), tapi ternyata kreatifitas kita cuma disitu-situ aja. Toh ngedapetin nilai A nggak sesulit yang kita bayangin kan ?? asalkan kita belajar semalem suntuk, pasti nilai kita minimal AB. tapi kalau kreatifitas ?? nggak semua punya dong !! Setuju ???




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.